Syarief Alwi: Asuransi Penting Untuk Pemain Sepakbola

Dokter tim nasional Indonesia Syarief Alwi menyarankan kepada pihak PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) selaku otoritas tertinggi sepakbola di Tanah Air supaya lebih memperhatikan nasib para pesepakbola. Salah satu caranya yakni dengan memberikan mereka berupa asuransi kesehatan.

Timnas Indonesia
Syarief Alwi, dokter timnas menyarankan agar PSSI memperhatikan kesehatan para pemain

Hingga saat ini, permasalahan mengenai kesehatan pesepakbola Tanah Air memang dapat dikatakan sedikit kurang mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak yang terkait. Ambil contoh dari pihak klub itu sendiri. Terkadang, pemain yang mengalami cedera terpaksa harus mengeluarkan dana dari tabungannya, lantaran pihak klub tidak dapat membiayai ongkos pengobatan tersebut.

Hal tersebut diperhatikan oleh dokter timnas Syarief Alwi yang membuatnya sedikit prihatin akan kondisi itu. Dia lantas berupaya untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang selama ini masih menjadi kendala. Adapun jalan keluarnya menurut Dia adalah dengan memberikan asuransi kesehatan bagi setiap pemain profesional.

“Sebenarnya ini merupakan program dari Pemerintah dalam mengatasi persoalan kesehatan. Itu berarti, apabila seorang pemain tengah mengalami sakit atau cedera. Maka pihak klub bisa mendapatkan kemudahan dalam hal pembiayaan pengobatan tersebut. Dan proses penanganannya akan jauh lebih cepat,”

“Ambil contoh seperti ini: Jika pesepakbola mengalami cedera dan penanganannya dikerjakan dengan biaya dari pihak klub. Tentunya apabila ada asuransi kesehatan, maka besarnya biaya pengobatan tersebut dapat berkurang.”

“Berobat di swasta tentunya akan memakan biaya yang mahal. Seperti operasi ACL yang dapat mencapai angka 50 juta. Jika seperti itu lantas bagaimana, mengingat tidak semua klub memiliki tingkat ekonomi yang mampu,”  ujar Syarief.

Syarif menambahkan bahwa dengan adanya asuransi kesehatan maka klub akan merasa sangat terbantu. Apabila pada akhirnya mereka harus mengeluarkan dana, tapi dana yang akan mereka keluarkan tidak terlalu banyak, jika dibandingkan tidak menggunakan asuransi.

“Jika menggunakan jasa asuransi kesehatan, maka semua biaya akan tercover. Terkecuali jika diharuskan memiliki beberapa alat yang tentunya di luar dari biaya yang tertanggung. Untuk kedepannya, tentu saja saya menyarankan agar pihak PSSI untuk semua klub sepakbola Tanah Air dapat mendaftarkan para pemainnya mengikuti asuransi kesehatan,” tutup Syarief.

Diego Mendieta, Pesepakbola Di Indonesia Meninggal Dunia Akibat Kekurangan Biaya

Salah satu kasus mengenai permasalahan kesehatan pemain sepakbola yang berkarir di Indonesia dan bahkan harus menghembuskan nafas terakhirnya adalah Diego Mendieta. Pesepakbola asal Paraguay yang membela Persis Solo di ajang Liga Super Indonesia harus mengakhiri hidupnya di Rumah Sakit Moewardi Solo pada tahun 2012 lalu. Setelah sebelumnya Ia merasakan sakit dan ketiadaan biaya untuk pengobatannya.

Diego Mendieta
Diego Mendieta, salah satu kasus pesepakbola Indonesia yang meninggal dunia akibat kekurangan biaya

Lansiran dari sejumlah media mengungkapkan bahwa pemain asing itu kesulitan dalam membiayai kehidupannya selama berkarir di Persis. Pasalnya sejak Ia menderita penyakit yang menyerang tubuhnya, Mendieta sedang dalam keadaan bangkrut. Karena satu alasan, yakni gajinya yang belum dibayarkan oleh pihak klub.

PT Liga Indonesia Baru Beri Jaminan Asuransi Untuk Penonton

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepakbola profesional di Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Terbaru ini, setelah sebelumnya mereka memberikan asuransi kesehatan bagi pemain sepakbola. Kali ini para penonton yang hadir menyaksikan secara langsung di stadion, juga bakal mendapatkan asuransi kesehatan.

Penonton Indonesia
Penonton Indonesia kini mendapatkan asuransi kesehatan

Adapun asuransi tersebut baru berlaku pada pekan ke 11 Gojek Traveloka Liga 1. Inovasi itu terwujud berkat adanya kerja sama antara pihak PT LIB dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, yakni PT FWD Life Indonesia.